Kalori
Daging belut memiliki kandungan energi dua kali lebih tinggi bila dibandingkan dengan energi yang terkandung dalam telur atau daging sapi, yaitu sekitar 303 kilo kalori dalam setiap 100 gram daging belut.
Daging belut memiliki kandungan energi dua kali lebih tinggi bila dibandingkan dengan energi yang terkandung dalam telur atau daging sapi, yaitu sekitar 303 kilo kalori dalam setiap 100 gram daging belut.
Protein
Protein yang terkandung dalam daging belut juga lebih tinggi bila dibandingkan dengan protein yang ada dalam telur ataupun daging sapi, yaitu sekitar 18,4g/100 gram daging belut. Begitu pula dengan nilai cerna protein pada belut yang juga sangat tinggi sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai sumber protein bagi semua kelompok usia, termasuk juga untuk anak-anak.
Protein yang terkandung dalam daging belut juga lebih tinggi bila dibandingkan dengan protein yang ada dalam telur ataupun daging sapi, yaitu sekitar 18,4g/100 gram daging belut. Begitu pula dengan nilai cerna protein pada belut yang juga sangat tinggi sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai sumber protein bagi semua kelompok usia, termasuk juga untuk anak-anak.
Leusin
Daging belut juga mengandung leusin yang bermanfaat untuk melakukan pembentukan serta perombakan protein otot.
Daging belut juga mengandung leusin yang bermanfaat untuk melakukan pembentukan serta perombakan protein otot.
Arginin
Kandungan lain yang ada dalam belut adalah arginin atau asam amino non esensial yang memiliki manfaat mempengaruhi hormon pertumbuhan manusia yang sering disebut dengan human growth hormone (HGH). Fungsi dari HGH ini adalah bisa membantu kesehatan otot serta mengurangi terjadinya penumpukan lemak tubuh. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan bahwa arginin berfungsi untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.
Kandungan lain yang ada dalam belut adalah arginin atau asam amino non esensial yang memiliki manfaat mempengaruhi hormon pertumbuhan manusia yang sering disebut dengan human growth hormone (HGH). Fungsi dari HGH ini adalah bisa membantu kesehatan otot serta mengurangi terjadinya penumpukan lemak tubuh. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan bahwa arginin berfungsi untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.
Zat Besi
Belut juga sangat kaya akan zat besi dimana terkandung 20 mg/100 gram. Kandungannya tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan zat besi pada telur dan daging. Makanya, dengan mengonsumsi 125 gram daging belut per hari sudah dapat memenuhi kebutuhan akan zat besi yakni 25 mg per harinya. Zat besi ini sangat diperlukan oleh tubuh untuk mencegah anemia.
Belut juga sangat kaya akan zat besi dimana terkandung 20 mg/100 gram. Kandungannya tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan zat besi pada telur dan daging. Makanya, dengan mengonsumsi 125 gram daging belut per hari sudah dapat memenuhi kebutuhan akan zat besi yakni 25 mg per harinya. Zat besi ini sangat diperlukan oleh tubuh untuk mencegah anemia.
Fosfor
Kandungan fosfor dalam ikan belut juga sangat tinggi, dimana nilainya bisa mencapai dua kali lipat lebih besar bila dibandingkan dengan kandungan fosfor yang ada dalam telur. Tanpa kehadiran fosfor, kalsium tidak dapat membentuk massa tulang. Oleh karena itu, agar tulang menjadi kokoh dan kuat sehingga terbebas dari osteoporosis,konsumsilah fosfor dengan kalsium secara berimbang.
Kandungan fosfor dalam ikan belut juga sangat tinggi, dimana nilainya bisa mencapai dua kali lipat lebih besar bila dibandingkan dengan kandungan fosfor yang ada dalam telur. Tanpa kehadiran fosfor, kalsium tidak dapat membentuk massa tulang. Oleh karena itu, agar tulang menjadi kokoh dan kuat sehingga terbebas dari osteoporosis,konsumsilah fosfor dengan kalsium secara berimbang.
Vitamin
Belut juga memiliki kandungan berbagai jenis vitamin seperti vitamin A dan vitamin B yang cukup tinggi. Kandungan vitamin A dalam belut termasuk tinggi yaitu 1.600 SI per 100 gram sehingga sangat baik untuk pemeliharaan sel epitel. Sementara untuk kandungan vitamin B dalam belut sangat bermanfaat untuk kofaktor dari suatu enzim sehingga enzim tersebut dapat berfungsi normal di dalam proses metabolisme tubuh.
Belut juga memiliki kandungan berbagai jenis vitamin seperti vitamin A dan vitamin B yang cukup tinggi. Kandungan vitamin A dalam belut termasuk tinggi yaitu 1.600 SI per 100 gram sehingga sangat baik untuk pemeliharaan sel epitel. Sementara untuk kandungan vitamin B dalam belut sangat bermanfaat untuk kofaktor dari suatu enzim sehingga enzim tersebut dapat berfungsi normal di dalam proses metabolisme tubuh.
Lemak
Di antara kelompok jenis ikan lainnya, belut termasuk dalam golongan ikan yang memiliki kadan lemak cukup tinggi, yaitu 28g/100 gram atau hampir setara dengan lemak pada daging babi (28 g/100 gram). Menurut publikasi yang dikeluarkan oleh Singapore General Hospital, ikan belut termasuk dalam kategori makanan yang berkolesterol tinggi sehingga wajib untuk diwaspadai apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, khususnya bagi mereka yang lain punya masalah dengan kolesterol.
Di antara kelompok jenis ikan lainnya, belut termasuk dalam golongan ikan yang memiliki kadan lemak cukup tinggi, yaitu 28g/100 gram atau hampir setara dengan lemak pada daging babi (28 g/100 gram). Menurut publikasi yang dikeluarkan oleh Singapore General Hospital, ikan belut termasuk dalam kategori makanan yang berkolesterol tinggi sehingga wajib untuk diwaspadai apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, khususnya bagi mereka yang lain punya masalah dengan kolesterol.
Dan sumber lain nya
Kandungan gizi pada daging belut
Kandungan protein yang tinggi, mineral, vitamin juga lemak pada belut sama halnya seperti kandungan pada manfaat ikan, karena belut merupakan bagian dari jenis ikan. Berikut ini tabel kandungan gizi dalam belut yang tidak kalah baik dari jenis daging lainnya :
| Zat Gizi | Belut |
| Kalori (cal) | 303 |
| Protein (gr) | 14 |
| Lemak (gr) | 27 |
| Karbohidrat (g) | 0 |
| Fospor (mg) | 200 |
| Kalsium (mg) | 20 |
| Zat besi (mg) | 20 |
| Vitamin A (SI) | 1600 |
| Vitamin B (mg) | 0,1 |
| Vitamin C (mg) | 2 |
| Air (gr) | 58 |
Sumber: direktorat gizi Depkes